Pages

Senin, 26 November 2012

Kondisi Lingkungan Disekitarku


Wonosari, itulah desaku.  Wonosari terdiri dari 2 kata yaitu ; Wono yg berarti hutan, dan Sari adalah inti, kalau di satukan menjadi inti dari sebuah hutan. Tapi itu belum pasti, itu hanya pemikiranku sendiri. Masyarakat di desa ku ,menurutku masih terbilang ramah,masih saling tegur sapa. Meskipun terkadang orang-orangnya kalau ada orang yang tidak di sukai pasti di ceritakan kesana-kemari. Keadaan rumah di masyarakat desaku, masih agak-agak kuno gitu. Tapi ada perpaduan antara kuno dan modern. Tetapi sudah ada juga yang rumahnya sudah modern. Kalau rumahku sih,biasa saja ,tidak terlalu kuno dan tidak modern.
Kebanyakan masyarakat di desaku setiap pekarangan ditanami pohon mangga. Aku juga tidak tauhu mengapa????. Dan mayoritas penduduk di desaku berprofesi sebagai petani. Kondisi tanah disekitarku juga subur. Dan sekarang kan sudah memasuki musim penghujan, bergembiralah bagi para petani ,karena musim inilah yang paling di nanti-nanti oleh petani.tapi ada sisi negatifnya juga, karena kalau setiap hari hujan lalu hujanya deras bisa-bisa kan banjir, rugilah petani. Tanaman yang cocok ditanam di musim ini itu,kacang dan jagung ,itu yang paling sering di tanam oleh petani .
Aku juga turut senang karena ayah dan ibuku juga memiliki lahan kosong yang lumayan luas. Daripada di biarkan kosong, kan lebih baik ditanami. Jadi , kami sekeluarga menanaminya. Lahan yang paling luas, terletak tepat di belakang rumah ku. Kalau lahan di samping rumahku, tidak terlalu luas tapi ,lumayan lah untuk ditanami. Depan rumahku,pun ditanami.
Disamping kanan rumahku, ada sebuah rumah juga. Rumah tersebut di tempati ayah,bunda nenek,serta adikku. Sebenarnya ,rumah itu milik adiknya bunda ku, aku disini pun hanya numpang. Aku juga ternak ayam,jumlahnya lumayan banyak ,sekitar 40 ekor. Yang betina ada 3 ekor, dan yang jantan ada 1 ekor. Tetapi generasi penerusnya masih buanyak!. Ayam-ayamtersebut ,sebagian ada yang dikandang , tapi yang llain tidak, oleh karena pagar kandangnya ambruk di terpa angin, tapi ayah belum sempat mempebaikinya.

Demikian cerita dari saya, bila ada salah kata , saya mohon maaf.
Sekian dari saya, saya ucapkan terima kasih . 
Dan terima kasih sudah membaca.  J
Segala Puji Bagi Tuhan Yang Maha Esa.


DAMAI.
 


0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Sugeng Rawuh Wonten Blog Kula. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger