Pages

Jumat, 22 Maret 2013

Resensi Novel.



Judul : Virgin Mary.

Pengarang : Marek Halter.

Penerbit : Pustaka IIman.



Mary, adalah seorang anak tukang kayu yang bernama Joachim dan ibunya bernama Hannah. Mereka tinggal disebuah kota diGalilea yaitu Nazaret. Saat itu , pemerintahan dipimpin oleh raja Herodes yang amat kejam  , setiap orang yang menentabgnya, pasti akan terkena hukuman, dan bahkan tidak segan-segan membunuhnya di tempat.

Saat itu, pemungut pajak , serta tentara bayaran Herodes tengah berkeliling , dan berhenti di sebuah rumah yang ditemapati oleh seorang janda bernama Hulda. Bersama Mary, Joachim pergi kerumah janda itu. Karena, waktu itu Hulda tidak memiliki barang berharga selain tempat lilinatau apa saya lupa, barang itu adalah satu-satunya warisan dari ayahnya yang sangat berharga, bahkan, dibayar mahal pun tidak diperbolehkan. Akan tetapi ,barang berharga tersebut malah di minta oleh pemungut pajak, dan di paksa dengan tidak sopan.

Dan saat itu juga, ayah Mary membunuh tentara, dan melukai pemungut pajak, sehingga ,dengan terpaksa menerima hukuman yang berat ,yaitu , di bawa ke benteng Tiberias yang menyeramkan,tempat para tahanan dihukum dan di bunuh.

Namun, tak lama kemudian, ayah Mary terselamatkan, karena pertolongan teman barunya yang bernama Barabbas dan kelompok Am-Harezt, dan pimpinan kelompok tersebut bernama Abdias, tubuhnya mungil seperti anak kecil yang berbeda dengan umurnya.

Setelah dibawa pulang, ayah Mary mendapatkan perawatan di sebuah desa, hingga sembuh ,dan merekapun pulang ke rumah Yusuf. Keluarganya punmenyambutnya dengan harus, terlebih,Mary sudah lama berteman dengan Halwa, istri Yusuf. Di samping itu, mereka sangat senang karena ternyata, Joachim tidak mati di salib. Mereka tinggal di rumah Yusuf cukup lama , sampai mereka terpaksa harus pergi, karena ayah Mary di buru/di cari oleh serdadu bayaran Herodes.

Dan Mary pun, harus berpisah dengan oarng-orang tersayangnya. Orang tua Mary , akan tinggal di rumah sepupu ayahnya, sedangkan Mary akan tinggal di Magdala. Ia di antar oleh Joseph d’Arematea, yang memiliki teman bernama Rachel, di Magdala. Pertemuan Mary dengan Joseh lalu, saat Barabbas melakukan pertemuan dengan para pemuka-pemuka agama di seluruh Israelsetahu saya memang Israel,tapi entahlah, saya lupa.

Mary tinggal bersama Rachel di Magdala,dan kini, ia berteman dengan Maryamank Rachel. Setelah lama tinggal disana, Mary merasa bosan dan ingin pulang, akan teapi setelah memikirkan hal itu, ia di timpa kemalangan, Abdias tertembak, dan di seret sepanjang jalan dan, saat itupun Abdias tak segera sadar. Sampai akhirnya ia harus di bawa ke Beth-Zabdai, kesebuah kuil,tempat orang-orang menyembuhkan orang sakit. Namun, di tengah jalan, ia mendapati Abdias telah tiada.

Tetapi, Mary masih membawanya kesana, Abdias akan hidup lagi. Tapi, harapan itu pun musnah, tak mungkin orang yang mati, akan hidup lagi, kecuali ada keajaiban Tuhan untuknya. Mary pun tak kuasa menahan amarahnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk berkabung selama 7 hari, dan setelah itu, ia pulan ke kuil. Joseph merasa senang, karena Mary telah kembali ke kuil. Ia senang, karena dapat belajar mengobati pasien-pasien yang datang ke sana, karena tempat itu terkenal dengan pengobatanya.

 Sampai suatu hari, ada seorang nenek yang sekarat, nenek itu hampir mati karena tertimpa reruntuhan bangunan, nenek yang malang tersebut, sangat beruntung, karena ternyata ia selamat di tangan Mary, karena Mary sangat yakin, bahwa ia pasti dapat menyembuhkan nenek itu. Tidak sia-sia, ia sanggup mengidupkan orang yang matikata orang-orang.

Setelah mendengar kabar itu, orang-orang berkumpul di depan kuil dengan mendengarkan  ceramah nabi-nabi palsu, katanya, ini adalah keajaiban. Dan ada juga yang berteriak “Kedatangan Messiah sudah dekat!”. Mereka sangat mengganggu orang yang sedang senbahyang, sehingga tidak bisa khusyuk. Namun, mereka segera bisa di tangani oleh Joseph, , juga, ada alas an lain, karena ad tamu Mary, yaitu orang yang telah membawanya ke Beth-Zabdai, dan sahabatnya, Maryam. Mereka ingin menemui Mary , karena ada kabar buruk, Ibunya, Hannah mati di tangan tentara Herodes, ketika melakukan prjalananke suatu tempat.

Setelah mendengar berita itu, Mary memutuskan untuk pulang pada keesokan harinya, dengan di antar oleh Rekab, Maryam, dan Ruth. Setelah beberapa hari di perjalanan, dan akhirnya mereka sampai, dan di sambut oleh ayahnya, anak-anak Yusuf, Zacharias, Elisyeba, dan Yusuf. akan tetapi, anehnya, sahabat terbaikya, tidak muncul-muncul.

Setelah apa yang di ceritakan, bahwa sebenarnya, Halwa telah meninggal setelah persalinan anaknya yang ke-6. Dan Mary pun merasa terpukul setelah mendengar semuanya, tapi percuma, hal itu tak akan membuat mereka kembali ke dunia. Ia sangat menyesal,karena telah meninggalkan orang tuanya kesepian, dan mungkin rindu yang sangat membara di hati mereka. Namun, penyesalan, datangnya selalu di akhir.

Setelah Mary merasa lebih baik, ia mulai menjalani hidupnya dengan normal. Suatu hari, ia bertemu dengan Barabbas, dan ia ingin melamar Mary. Namun, Mary menolak akan tawaran itu, walaupun sebenarnya, Mary juga sangat mencintainya, namun, Mary tetap bersikukuh untuk tidak menikah. Dan keputusan tersebut membuat Barabbas sakit hati dan sedih.

Tak lama kemudian, Mary hamil, dan ia pun bercerita kepada ayahnya. Akan tetapi, ayahnya tak bisa percaya , karena ia tahu, Mary tak bersuami,dan Mary juga berkata , ia tidak pernah tersentuh oleh lelaki sedikitpun. Karena hal itu membuat saudara dan temanya terheran-heran , maka, di panggillah Mary, dan di beri pertanyaan-pertanyaan yang sangat menekanya, dan bahkan ,Barabbas sampai memfitnah Yusuf yang telah menghamili Mary. Namun, Mary menhadapinya dengan tenang, karena memamg, ia benar-benar tidak melakukan itu.

Dan anak itupun lahir.




Menurut saya, buku tersebut sangat bagus, tak ada kelemahan sedikitpun. Seperti fiksi nyata saja. Di dalam buku ini, juga terdapat tulisan Mary sendiri, yang menurut saya , hal itu benar, dalam buku ini, terdapat fakta , bahwasanya, Isa tidak mati di salib. Salut dah, sama penulisnya, Kereenn!!

Buku ini sangat bermanfaat, menghadapi setiap masalah dengan cepat tanggap, berani mengungkapkan pendapat di muka umum.



Nah, demikian Resensi yang bisa saya tuliskan , ada kurang dan lebihnya, saya ucapkan . Puji Tuan Yang Maha Esa.

Semoga bermanfaat .


0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Sugeng Rawuh Wonten Blog Kula. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger