Judul : Virgin Mary.
Pengarang : Marek Halter.
Penerbit : Pustaka IIman.
Mary,
adalah seorang anak tukang kayu yang bernama Joachim dan ibunya bernama Hannah.
Mereka tinggal disebuah kota diGalilea yaitu Nazaret. Saat itu , pemerintahan
dipimpin oleh raja Herodes yang amat kejam , setiap orang yang
menentabgnya, pasti akan terkena hukuman, dan bahkan tidak segan-segan
membunuhnya di tempat.
Saat
itu, pemungut pajak , serta tentara bayaran Herodes tengah berkeliling , dan
berhenti di sebuah rumah yang ditemapati oleh seorang janda bernama Hulda.
Bersama Mary, Joachim pergi kerumah janda itu. Karena, waktu itu Hulda tidak
memiliki barang berharga selain tempat lilin─atau
apa saya lupa─, barang itu adalah satu-satunya warisan dari ayahnya yang sangat
berharga, bahkan, dibayar mahal pun tidak diperbolehkan. Akan tetapi ,barang
berharga tersebut malah di minta oleh pemungut pajak, dan di paksa dengan tidak
sopan.
Dan
saat itu juga, ayah Mary membunuh tentara, dan melukai pemungut pajak, sehingga
,dengan terpaksa menerima hukuman yang berat ,yaitu , di bawa ke benteng
Tiberias yang menyeramkan,tempat para tahanan dihukum dan di bunuh.
Namun,
tak lama kemudian, ayah Mary terselamatkan, karena pertolongan teman barunya
yang bernama Barabbas dan kelompok Am-Harezt, dan pimpinan kelompok tersebut
bernama Abdias, tubuhnya mungil seperti anak kecil yang berbeda dengan umurnya.
Setelah
dibawa pulang, ayah Mary mendapatkan perawatan di sebuah desa, hingga sembuh
,dan merekapun pulang ke rumah Yusuf. Keluarganya punmenyambutnya
dengan harus, terlebih,Mary sudah lama berteman dengan Halwa, istri Yusuf. Di
samping itu, mereka sangat senang karena ternyata, Joachim tidak mati di salib.
Mereka tinggal di rumah Yusuf cukup lama , sampai mereka terpaksa harus pergi,
karena ayah Mary di buru/di cari oleh serdadu bayaran Herodes.
Dan
Mary pun, harus berpisah dengan oarng-orang tersayangnya. Orang tua Mary , akan
tinggal di rumah sepupu ayahnya, sedangkan Mary akan tinggal di Magdala. Ia di
antar oleh Joseph d’Arematea, yang memiliki teman bernama Rachel, di Magdala.
Pertemuan Mary dengan Joseh lalu, saat Barabbas melakukan pertemuan dengan para
pemuka-pemuka agama di seluruh Israel─setahu
saya memang Israel,tapi entahlah, saya lupa.
Mary
tinggal bersama Rachel di Magdala,dan kini, ia berteman dengan Maryam─ank
Rachel. Setelah lama tinggal disana, Mary merasa bosan dan ingin pulang, akan
teapi setelah memikirkan hal itu, ia di timpa kemalangan, Abdias tertembak, dan
di seret sepanjang jalan dan, saat itupun Abdias tak segera sadar. Sampai
akhirnya ia harus di bawa ke Beth-Zabdai, kesebuah kuil,tempat orang-orang
menyembuhkan orang sakit. Namun, di tengah jalan, ia mendapati Abdias telah
tiada.
Tetapi,
Mary masih membawanya kesana, Abdias akan hidup lagi. Tapi, harapan itu pun
musnah, tak mungkin orang yang mati, akan hidup lagi, kecuali ada keajaiban
Tuhan untuknya. Mary pun tak kuasa menahan amarahnya. Akhirnya, ia memutuskan
untuk berkabung selama 7 hari, dan setelah itu, ia pulan ke kuil. Joseph merasa
senang, karena Mary telah kembali ke kuil. Ia senang, karena dapat belajar
mengobati pasien-pasien yang datang ke sana, karena tempat itu terkenal dengan
pengobatanya.
Sampai
suatu hari, ada seorang nenek yang sekarat, nenek itu hampir mati karena
tertimpa reruntuhan bangunan, nenek yang malang tersebut, sangat beruntung,
karena ternyata ia selamat di tangan Mary, karena Mary sangat yakin, bahwa ia
pasti dapat menyembuhkan nenek itu. Tidak sia-sia, ia sanggup mengidupkan orang
yang mati─kata orang-orang.
Setelah
mendengar kabar itu, orang-orang berkumpul di depan kuil dengan mendengarkan
ceramah nabi-nabi palsu, katanya, ini adalah keajaiban. Dan ada juga yang
berteriak “Kedatangan Messiah sudah dekat!”. Mereka sangat mengganggu orang
yang sedang senbahyang, sehingga tidak bisa khusyuk. Namun, mereka segera bisa
di tangani oleh Joseph, , juga, ada alas an lain, karena ad tamu Mary, yaitu
orang yang telah membawanya ke Beth-Zabdai, dan sahabatnya, Maryam. Mereka
ingin menemui Mary , karena ada kabar buruk, Ibunya, Hannah mati di tangan
tentara Herodes, ketika melakukan prjalananke suatu tempat.
Setelah
mendengar berita itu, Mary memutuskan untuk pulang pada keesokan harinya,
dengan di antar oleh Rekab, Maryam, dan Ruth. Setelah beberapa hari di
perjalanan, dan akhirnya mereka sampai, dan di sambut oleh ayahnya, anak-anak
Yusuf, Zacharias, Elisyeba, dan Yusuf. akan tetapi, anehnya, sahabat terbaikya,
tidak muncul-muncul.
Setelah
apa yang di ceritakan, bahwa sebenarnya, Halwa telah meninggal setelah
persalinan anaknya yang ke-6. Dan Mary pun merasa terpukul setelah mendengar
semuanya, tapi percuma, hal itu tak akan membuat mereka kembali ke dunia. Ia
sangat menyesal,karena telah meninggalkan orang tuanya kesepian, dan mungkin
rindu yang sangat membara di hati mereka. Namun, penyesalan, datangnya selalu
di akhir.
Setelah
Mary merasa lebih baik, ia mulai menjalani hidupnya dengan normal. Suatu hari,
ia bertemu dengan Barabbas, dan ia ingin melamar Mary. Namun, Mary menolak akan
tawaran itu, walaupun sebenarnya, Mary juga sangat mencintainya, namun, Mary
tetap bersikukuh untuk tidak menikah. Dan keputusan tersebut membuat Barabbas
sakit hati dan sedih.
Tak
lama kemudian, Mary hamil, dan ia pun bercerita kepada ayahnya. Akan tetapi,
ayahnya tak bisa percaya , karena ia tahu, Mary tak bersuami,dan Mary juga
berkata , ia tidak pernah tersentuh oleh lelaki sedikitpun. Karena hal itu
membuat saudara dan temanya terheran-heran , maka, di panggillah Mary, dan di
beri pertanyaan-pertanyaan yang sangat menekanya, dan bahkan ,Barabbas sampai
memfitnah Yusuf yang telah menghamili Mary. Namun, Mary menhadapinya dengan
tenang, karena memamg, ia benar-benar tidak melakukan itu.
Dan
anak itupun lahir.
Menurut
saya, buku tersebut sangat bagus, tak ada kelemahan sedikitpun. Seperti fiksi
nyata saja. Di dalam buku ini, juga terdapat tulisan Mary sendiri, yang menurut
saya , hal itu benar, dalam buku ini, terdapat fakta , bahwasanya, Isa tidak
mati di salib. Salut dah, sama penulisnya, Kereenn!!
Buku ini
sangat bermanfaat, menghadapi setiap masalah dengan cepat tanggap, berani
mengungkapkan pendapat di muka umum.
Nah,
demikian Resensi yang bisa saya tuliskan , ada kurang dan lebihnya, saya
ucapkan . Puji Tuan Yang Maha Esa.
Semoga
bermanfaat .

0 komentar:
Posting Komentar