Pages

Jumat, 29 Maret 2013

Resensi . .



Judul : Sewindu Dekat Bung Karno.
Pengarang : Bamabang Widjanarko.
Penerbit : PT.Gramedia.
Buku ini, adalah sedikit cuplikan kisah dari seorang Bung Karno. Akan tetapi, buku ini ditulis oleh seseorang yang dekat dengannya, beliau bernama Bambang Widjanarko. Pak Bambang ini, dulunya adalah Tentara, tetapi, tak lama kemudian, beliau di perintah untuk menjdi Ajudan Presiden/Panglima Tertinggi ABRI (Bung Karno).
Beliau menuliskan pengalaman yang beliau alami pribadi, dan selama bertugas sebagai Ajudan Presiden, juga, sekitar manusia Sukarno.
Sukarno yang sangat menyayangi sesamanya, hewan, tumbuhan, beliau tidak pernah, sekali saja membunuh sesamanya,bahkan, lalat dan nyamuk pun, tidak akan di bunuhnya, beliau juga sangat senang dengan seni dan patung. Beliau sangat menyukai sebuah lukisan . Lukisan pelukis besar Basuki Abdullah adalah favoritnya. Bung Karno sendiri adalah seorang seniman. Salah satu buah karyanya adalah yang menggambarkan seorang wanita berkebaya hijau. Bung Karno juga sangat menyenangi sebuah patung. Salah satu patung yang beliau senangi adalah patung yang di pasang indah serasi di belakang Istana Bogor menghadap kolam teratai luas kebun Raya, dan sebuah patung Dewi Kwan Im dari keramik yang telah berumur berabad-abad.
Seni tari dan seni suara pun, Bung Karno juga suka, meskipun secara pribadi, Bung Karno tidak dapat membawakanya sendiri dengan baik. Dan, beliau lebihcenderung kea rah tradisional. Tarian Gatot Kaca merupakan tarian favorit Bung Karno.
Bung Karno sangat menyukai wanita, sampai-sampai, beliau memiliki istri lebih dari 1, mereka adalah, Ibu Fatmawati dan Ibu Hartini. Sebelumnya , Bung Karno memiliki 4 orang istri, namun entah mengapa,  setelah beberapa lama, beliau ceraikan.
Pada tahun 1963, rombongan Bung Karno pergi ke Wina, beliau pergi ke negeri itu, hanyalah untuk memeriksakan penyakitnya─kencing batu. Di dalam buku ini, juga terdapat foto-foto Bung Karno pada saat KTT NON BLOK, Beograd ’61, Bung Karno pada saat Pidato, TOAST bersama, dan masih banyak lagi.
Sebagai seorang Presiden, Bung Karno sangat terancam keselamatanya. Dan selama menjadi Presiden, Bung Karno ini sangat tidak jarang menghadapi percobaan pembunuhan, seperti, penggranatan di Sekolahan Cikini, penembakan dengan senapan mesin dari kapal terbang oleh Pilot Maukar, penembakan dengan pistol sewaktu sholat Idul Adha di halaman Istana, penembakan dengan mortir antara lapangan terbang Mandai─Makassar.
Beliau sangat perhatian kepada bawahanya, bahkan sopirnya pun, beliau perhatikan. Sehingga, membuat semua orang menyayanginya. Bung Karno tidak membeda-bedakan, mana bawahan , mana petinggi, beliau tidak egois. Beliau juga sangat mencintai rakyatnya.
Hubungan erat Sukarno-Hatta, Dwi Tunggal Indonesia. Walaupun Hatta mengundurkan diri sebagai wakil Presiden RI, akan tetapi, mereka berdua bersahabat, mereka tetap saling menjaga hubungan dengan erat. Gigih dalam mempertahankan dan memperjuangkan pendirianya, namun tetap manusiawi dalam melaksanakan hidup, serta hubungan satu sama lain.
Sewaktu kecil, Bung Karno memang berbakat dalam berpidato. Maka dari itu, di saat beliau berpidato, pasti kalian tahu lah, beliau selalu berapi-api. Sungguh menggemaskan! Pidato yang selalu membuat seluruh rakyatnya larut di dalamnya.
Pak Bambang Widjanarko, adalah seorang Tentara, sudah menjadi haknya, apabila, ia ingin melanjutkan keinginannya untuk menjadi Tentara AL. Akan tetapi, ia selalu tidak di ijinkan oleh Bung Karno, kerena, beliau masih sangat membutuhkan Pak Bambang, sebagai Ajudan Presiden. Dan Pak Bambang pun menuruti perintah Bung Karno.
Adanya peristiwa pengkhianatan G30-S PKI, menjadikan suhu politik di Indonesia melonjak amat panas. Hari-hari yang teramat berat bagi Bung Karno. Karena Kejadian itu, banyak rakyat yang mulai membencinya. Namun, sebenarnya, beliau sangat di cintai oleh rakyatnya. Ketika beliau wafat pun, banyak orang yang turut mengantarnya ke pemakaman di Blitar, tak peduli itu dari jauh atau dekat.
Hari Minggu siang, tanggal 21 Juni 1970, Bngsa Indonesia telah kehilangan salah seorang pemimpinya yang menonjol. Setelah menderita sakit beberapa lama, akhirnya Bung Karno di panggil kembali oleh Tuhan Yang Maha Esa. Selesailah sudah kewajibanya menjalani hidup di alam fana, sempurnalah tugas bakti yang beliau persembahkan bagi bangsanya yang amat ia cintai.
“Ya Tuhan, Engkau telah berkenan mamanggil kembaliputraMu Bung Karno. Terimalah kiranya arwah beliau ini, di sisiMu. Sudilah Engkau mengampuni segala dosa-dosanya dan berkenanlah Engkau menerima segala tekad dan perbuatan yang baik. Engkau Maha Tahu ya Tuhan , dan Engkaulah Maha Kuasa, aku mohon kabulkanlah doaku ini. Amin .”
Begitulah yang di ucapkan Pak Bambang untuk seorang Sukarno, pada saat kepergianya.
Manusia Sukarno telah tiada. Putra fajar yang lahir di dunia ini tatkala surya mulai bersinar, namun kini telah terbenam , kembali kepelukan bumi Nusantara.
Selamat jalan Bung Karno, Kami akan selalu mengenangmu, dan akan mewujudkan cita-citamu yang tinggi itu. Semoga kau dapat melihat apa yang sedang kami perjuangkan, untuk dapat mencapainya”. MERDEKAA!!! . Itu doaku untukmu Bung Karno.


Menurut saya , buku ini masih ada yang kurang di perhatikan , seperti, tanda bacanya. Dan juga, buku ini seperti Diary, saya agak suka , tapi baguss! Saya suka cara beliau menceritakan seorang Sukarno, berdasarkan karakternya.
Demikian resensi dari saya, terimakasih telah di baca.
Puji Tuan Yang Maha Esa. . .

0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Sugeng Rawuh Wonten Blog Kula. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger